Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

lali alias lupa

Kemakmuran golongan miskin dan golongan tertindas ternyata tidak kunjung datang Krisis struktural sudah berlangsung begitu lama. Para pakar ekonomi yang notabene penganut mahzab neo-kasik kehilangan akal dan kata-kata,oleh sebab jurus-jurus pada kitab sucinya hanya menuju JURUS TUNGGAL LIBERALISME. LIBERALISME itu sendiri merupakan salah satu sebab krisis struktural tersebut.  Terkait gerak waktu,kehilangan arah,terpecah,semua memprioritaskan kepentingan pribadi dan semua tidak konsisten dengan perjuangan semula. orang pandai,anak muda, tokok agama,negarawan,mahasiswa,petani,pedagang..semua rakyat kehilangan arah dan acuh tak acuh dengan keadaan,semua masa bodoh. Semua terkait ideologi,semua menyepelekan ideologi,inilah PENTINGNYA IDEOLOGI. Miskinnya perdebatan mengenai ideologi yang sebenarnya perlu untuk membangun kesadaran baru,yang sangat diperlukan untuk menjaga arah dan selalu ingat akan tujuan  awal yaitu kemakmuran untuk semua dan pemerataan untuk semua. semoga...

REVOLUSI

REVOLUSI Revolusi itu bukan sebuah ide yang luar biasa, dan istimewa, serta bukan lahir atas perintah seorang manusia yang luar biasa. Kecakapan dan sifat luar biasa dari seseorang dalam membangun revolusi, melaksanakan atau memimpinnya menuju kemenangan, tak dapat diciptakan dengan otaknya sendiri. Sebuah revolusi disebabkan oleh pergaulan hidup, suatu akibat tertentu dari tindakan-tindakan masyarakat. Atau dalam kata-kata yang dinamis, dia adalah akibat tertentu dan tak terhindarkan yang timbul dari pertentangan kelas yang kian hari kian tajam. Ketajaman pertentangan yang menimbulkan pertempuran itu ditentukan oleh pelbagai macam faktor: ekonomi, sosial, politik, dan psikologis. Semakin besar kekayaan pada satu pihak semakin beratlah kesengsaraan dan perbudakan di lain pihak. Pendeknya semakin besar jurang antara kelas yang memerintah dengan kelas yang diperintah semakin besarlah hantu revolusi. Tujuan sebuah revolusi ialah menentukan kelas mana yang akan memegang kek...